PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi sebanyak 209 titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera pada Selasa (7/7/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau hanya terpantau memiliki satu titik panas yang berada di Kabupaten Pelalawan.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Bella R. Adelia mengatakan, sebaran hotspot terbanyak berada di Provinsi Aceh dengan 100 titik. Selanjutnya disusul Sumatera Selatan sebanyak 54 titik, Lampung dan Kepulauan Bangka Belitung masing-masing 18 titik, Sumatera Utara sembilan titik, Jambi lima titik, Bengkulu empat titik, serta Riau satu titik.
"Untuk Provinsi Riau, terpantau satu titik panas yang berada di Kabupaten Pelalawan. Meskipun jumlahnya relatif sedikit, masyarakat tetap diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar agar potensi kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah," kata Bella R. Adelia.
Meski jumlah hotspot di Riau masih tergolong rendah dibandingkan provinsi lain di Sumatera, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama pada wilayah yang rawan.
Selain itu, BMKG juga meminta masyarakat terus memantau perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer masih berpotensi memicu hujan yang disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Riau.
"BMKG juga mengimbau masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi cuaca, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan maupun melakukan perjalanan, mengingat potensi hujan disertai petir dan angin kencang masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Riau sepanjang hari."